
Sebagai sarana Pendidikan terhadap seluruh civitas lembaga. Pondok Pesantren Nurul Bayan menyelenggarakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Panitia Ujian Pertengahan Tahun di Gedung Auditorium Darussalam pada Sabtu Pagi (16/12). Hal ini sesuai dengan falsafah lembaga bahwa semua kegiatan yang diadakan di lingkungan pesantren tidak boleh keluar dari nilai-nilai pendidikan.
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok, Majelis A’wan, Bapak Ibu Guru dan seluruh civitas lembaga. Pada kesempatan ini, Al-Ustadz Bayu Pratama, S.Pd. Selaku ketua panitia melaporkan bahwa Ujian Pertengahan Tahun kali ini diikuti oleh 672 peserta, baik santriwan dan santriwati. Selain itu ketua menyampaikan bahwa ujian yang berlangsung selama 26 hari tersebut menelan biaya sekitar tujuh juta rupiah, yang semua danannya berasal dari pondok. Panitia kali ini juga menyisakan banyak inventaris yang masih bisa digunakan atau dimanfaatkan oleh panita yang akan datang.
Menurut Ketua, dengan diadakannya ujian pertengahan tahun, mampu meningkatkan semagat belajar santri secara umum. Namun demikian masih terdapat santri yang masih belum menguasai materi-materi dasar walaupun sudah duduk di kelas yang tinggi. Yang ini menjadi tantangan lembaga pada semester yang akan datang.
Dilain pihak Pimpinam dalam sambutannya menyampaikan bahwa ujian merupakan sarana untuk belajar dan bukan belajar untuk ujian, dan ujian yang paling berat adalah ujian dalam kehidupan, karena tidak semua orang kuat dan bisa lulus dari ujian tersebut.
