
Sebagai sebuah lembaga pesantren yang memiliki sistem tarbiyatul mu'allimin wal mu'allimaat al-islamiyah, Pondok Pesantren Nurul Bayan mengadakan praktik mengajar atau yang dikenal dengan ‘amaliyatu at-tadris sebagai salah satu persyaratan kelulusan.Bukan hanya untuk memenuhi persyaratan kelulusan saja, ‘amaliyatu at-tadris juga berfungsi melatih mental santri agar mampu mengajar atau menyampaikan ilmu yang dimilikinya dan menyebarkannya kepada orang lain.
Biasanya proses ‘amaliyatu at-tadris diberikan waktu pelaksanaan selama kurang lebih dua minggu dengan rangkaian acara mulai dari pembuatan i'dad sebagai persiapan mengajar, praktek mengajar, dan penulisan intiqodat atau evaluasi setelah praktek berlangsung.
Untuk tata cara pelaksanaan, biasanya seluruh santri kelas VI baik putra maupun putri membentuk kelompok-kelompok dengan Ustadz atau Ustadzah sebagai musyrif, kemudian mereka diberikan materi pelajaran dan kelas tempat praktek akan dilaksanakan dua atau tiga hari sebelum praktek dilaksanakan. Untuk materi pelajaran harus berbahasa Arab atau Inggris untuk melatih kemampuan bahasa santri.
