Kontak:   +62 0877 5614 7941 / 0819 9783 1868
Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Bayan

Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Bayan

Sekpim

Wednesday, 29 December 2021

Mula-mula ada seorang yang memiliki kelebihan dibandingkan masyarakat lainnya tinggal di suatu tempat, orang tersebut boleh jadi penduduk asli yang telah lama merantau atau mengembara untuk mencari ilmu dan pulang, ataupun pendatang baru yang dengan sengaja datang uuntuk mengembangkan misi islamiyah/membina ummat agar keluar dari kebodohan semata-mata lillahi ta’ala. Dan kelebihan yang dimiliki orang tersebut tidak hanya pada ilmu pengetahuan saja, akan tetapi juga pada jiwa dan ketinggian moral/akhlaq.

Dalam waktu yang singkat saja ternyata kelebihan tersebut tercium oleh sebagian masyarakat, maka dengan penuh keikhlasan datanglah ia menemui orang tersebut dengan menyerahkan anaknya untuk dapat diterima sebagai murid yang akan menimba ilmu darinya. Akhirnya tanpa persyaratan ataupun ketentuan tertentu, orang tersebut dengan segala keikhlasan pula menerima masyarakat yang datang baik yang hanya datang untuk bertanya masalah-masalah agama ataupun yang sengaja datang untuk belajar atau menyantri.

Tanpa publikasi dalam bentuk apapun akhirnya masyarakat sekitarnya lebih menyadari kelebihan-kelebihan orang tersebut sehingga kalau dulu orang cukup memanggilnya dengan Mas, Pak, lambat laun berubah dengan panggilan Ustadz, Tuan Guru ataupun Kiyai sesuai dengan tradisi tempatnya.

Semakin hari semakin banyaklah orang atau pelajar yang menimba ilmu darinya, sehingga rumah yang di manfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tidak mampu lagi menampung jumlah pelajar yang terus bertambah. Maka timbullah inisiatif dari kiyai sebagai figure utama dan dibantu sepenuhnya oleh para santri, wali santri, masyarakat terdekat dan simpatisan untuk mendirikan asrama, gedung, baik dalam bentuk permanen ataupun semi permanen sebagai tempat segala kegiatan pendidikan dan pengajaran berlangsung.

Dengan pertambahan usia, berkembanglah permukiman tersebut menjadi semacam kampus tempat mencari ilmu dengan tuan guru/kiyai sebagai tokoh utama yang berperan sebagai panutan seluruh santri dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya kenapa tempat tersebut kemudian terkenal dengan nama Pondok Pesantren.